Stok siap: 16.000+ item Penawaran dalam 2 jam kerja enquiry@rfshydraulics.com ID | EN
MINTA PENAWARAN
BerandaValve Tekanan RendahButterfly Valve
4 varian · wafer dan lug · cast iron dan ductile iron

Butterfly Valve, 1½″ sampai 6″ — wafer · lug · seat EPDM

Buka-tutup seperempat putaran yang pendek, ringan dan murah pada bore besar. Sebuah disc CF8 berputar di dalam liner EPDM, dan liner itulah yang menyegel — seat adalah batas tekanannya, bukan bodinya. Empat varian: bodi wafer atau lug, dalam cast iron atau ductile iron.

1½″–6″

DN40 sampai DN150, tujuh ukuran pada keempat varian. Yang ductile iron kami stok pada 2″–4″.

150 PSI

Menurut kotak fitur katalog. Tabel ujinya menyebut nominal 1,0 atau 1,6 MPa tergantung varian — keduanya diterbitkan.

120 °C

Batas seat EPDM dan O-ring NBR, bukan batas besinya. Corannya jauh melampaui itu; karetnya tidak.

Seperempat putaran

Tuas dengan pelat pengunci bertakik, dan top flange yang menerima gearbox atau aktuator — ukurannya sama pada keempat varian.

⚠ Ini valve untuk air, bukan untuk oli. Seat EPDM mengembang dan kehilangan bentuknya dalam oli mineral — dan pada valve ini seat adalah segelnya; tidak ada seat logam di belakangnya. Untuk oli pakai ball valve atau gate valve.

Sebutkan ukuran, gaya bodinya dan fluidanya — seat yang menentukan, dan penawaran keluar dalam 2 jam kerja.


Varian

Keempat butterfly valve yang kami stok

Masing-masing punya halamannya sendiri dengan bill of material lengkap, tabel dimensi dan gambar potongannya.


Cara kerja

Cara kerja butterfly valve

Seperempat putaran. Disc berputar di dalam aliran, ia tidak keluar darinya.

Sebuah disc bundar pada shaft melintasi lubang. Seperempat putaran pada tuas memindahkan disc dari sejajar aliran ke tegak lurus terhadapnya, menekan tepinya ke liner EPDM yang melapisi lubang. Liner itulah yang menyegel — bodi besinya tidak pernah menjadi permukaan segel.

Karena disc tetap di dalam aliran bahkan saat terbuka penuh, butterfly valve selalu memberi sedikit hambatan — tidak seperti gate valve yang memberi lubang lurus. Sebagai gantinya ia jauh lebih pendek, jauh lebih ringan dan jauh lebih murah pada bore besar, dan bekerja dengan seperempat putaran.

Gambar potongan butterfly valve wafer
Wafer — baut menembus terus, bodinya dijepit di antara kedua flensa. Perhatikan n-ød1: lubang tembus, bukan lubang ulir.
Gambar potongan butterfly valve lug
Lugn-M, lubang berulir. Tiap flensa dibaut sendiri, jadi valve bisa duduk di ujung jalur.

⚠ Seat-nya batas tekanan, bukan bodinya

Liner EPDM menyegel disc dan, pada bodi wafer, menyegel juga terhadap kedua flensa pipa. Itu sebabnya kecocokan fluida ditentukan karetnya, bukan besinya.

Wafer atau lug adalah keputusan pertama

Wafer dijepit di antara dua flensa; lug punya lubang berulir dan bisa duduk di ujung jalur. Isinya identik — satu daftar part untuk keduanya.

Ia mengatur secara kasar, bukan presisi

Sebagian besar perubahan alirannya terjadi pada 30 derajat terakhir langkah. Pelat pengunci bertakik memungkinkan bukaan sebagian, tetapi untuk pengaturan sungguhan pakai globe valve.

⚠ Disc menonjol saat terbuka

Kolom C pada tabel dimensi adalah tonjolan itu. Pada ukuran kecil disc keluar melewati muka bodi — valve yang muat di jalur masih bisa gagal terbuka.

Torsi naik tajam di akhir langkah

Tuas cukup sampai sekitar 4″; di atas itu gearbox adalah jawaban yang benar, dan top flange-nya sudah disiapkan untuk itu.

Bodi besi, disc stainless

Bodi cast iron atau ductile iron, disc CF8 (cor 304). Disc-lah satu-satunya part stainless di jalur aliran — dan 304 kurang tahan klorida dibanding 316.


Wafer atau lug

Keputusan pertama, dan tidak ada hubungannya dengan tekanan

Isinya identik. Yang berbeda hanya bagaimana ia dibaut ke jalur.

Wafer

  • Baut menembus terus kedua flensa pipa dan menjepit bodinya di tengah.
  • Tidak bisa menahan tekanan kalau satu flensa dilepas — bautnya yang memegangnya.
  • Lebih ringan dan biasanya lebih murah.
  • Pakai kalau valve berada di tengah jalur dan kedua sisi akan selalu terbaut.

Lug

  • Lubang berulir pada telinga bodinya; tiap flensa dibaut sendiri.
  • Bisa duduk di ujung jalur dan menahan tekanan sementara pipa hilirnya dilepas.
  • Lebih berat, dan bautnya harus sesuai ukuran ulir yang tercetak.
  • Pakai untuk isolasi tangki, cabang yang bisa dilepas, dan ujung jalur.

⚠ Seat

Dua karet, dan keduanya tidak sependapat

Hal terpenting di halaman ini. Baca sebelum memesan.

Valve ini berisi dua elastomer berbeda. Liner seat-nya EPDM — bagian yang menyegel disc dan, pada bodi wafer, menyegel juga terhadap kedua flensa pipa. O-ring shaft-nya NBR (nitril) — bagian yang menahan fluida keluar sepanjang shaft. Keduanya bersentuhan dengan apa pun yang ada di jalur, dan kecocokannya nyaris berlawanan.

FluidaSeat EPDMO-ring NBRKesimpulan untuk valve ini
Air, dingin atau hangatBaikBaikYa. Inilah duty yang valve ini dibuat untuknya.
Air panas dan uap tekanan rendahBaik — EPDM justru paling kuat di siniBuruk — nitril mengeras dan retak⚠ Tanyakan dulu. Seat-nya senang; seal shaft-nya tidak. Batas terbitannya tetap 120 °C.
Oli mineral, oli hidraulik, dieselBuruk — EPDM mengembang hebat dalam oli minyak bumiBaik — inilah gunanya nitril⚠ Tidak. Seat adalah batas tekanannya, dan oli akan merusaknya. Pakai ball valve.
Udara dan gas inertBaikBaikYa, di dalam batas suhunya.
Glikol dan kimia water treatmentUmumnya baikBervariasiTanyakan dengan kimia dan konsentrasinya yang persis.
Apa pun yang agresif atau tidak lazimTergantung kimianyaTergantung kimianyaKirimkan fluida, konsentrasi dan suhunya. Kami periksa kedua elastomernya, bukan satu.

Versi singkatnya: ini valve untuk air

Air dingin, air hangat, udara. Di situlah seat EPDM dan O-ring NBR sama-sama bekerja, dan itu mencakup sebagian besar pemakaian butterfly valve 1½″ sampai 6″ — HVAC, sirkuit pendingin, isolasi tangki, layanan umum.

⚠ Jangan alirkan oli lewat valve ini

EPDM dalam oli mineral mengembang, melunak dan kehilangan bentuknya — dan pada valve ini seat adalah segelnya; tidak ada seat logam di belakangnya untuk berpegang. Untuk oli pakai ball valve atau gate valve.

⚠ Batas 120 °C itu milik seat, bukan bodi

Cast iron dan disc CF8 sanggup jauh lebih tinggi. −30 sampai 120 °C adalah yang diizinkan karetnya — dan O-ring NBR yang lebih lemah di ujung atas.

Seat bisa diganti di pabrik

Kalau fluida Anda menuntut selain EPDM, sebutkan sebelum memesan, bukan sesudah — liner yang berbeda adalah spesifikasi, bukan modifikasi.


Perbandingan

Keempat butterfly valve, berdampingan

Gaya bodi dulu, lalu materialnya. Kolom varian tetap terlihat saat tabelnya digeser.

VarianGaya bodiUjung dan pengeboranBodiUkuran stokTekanan kerjaNominal (tabel uji)Shell test
Wafer Cast IronWafer typeWafer, pengeboran ANSI 150#Cast iron1½″–6″150 PSI1,6 MPa2,4 MPa
Lug Cast IronLug typeLug berulir, pengeboran ANSI 150#Cast iron1½″–6″150 PSI1,6 MPa2,4 MPa
Wafer Ductile IronWafer typeWafer — PN10, PN16, ANSI 150# atau JIS 10KDuctile iron2″–4″ (DN50–DN100)150 PSI1,0 MPa1,5 MPa
Lug Ductile IronLug typeLug berulir, pengeboran ANSI 150#Ductile iron2″–4″ (DN50–DN100)150 PSI1,6 MPa2,4 MPa

Isinya identik pada keempatnya

Daftar part yang sama, delapan item: bodi, seat EPDM, shaft SS410, disc CF8, pin SS304, bushing polimer, O-ring NBR dan tuas ductile iron. Yang berbeda hanya bodinya.

⚠ Angka nominalnya tidak sama

Tiga varian mencetak 1,6 MPa nominal; ductile iron wafer mencetak 1,0 MPa. Semua mencetak 150 PSI di kotak fitur. Kami cetak keduanya sesuai terbitan.

Ductile iron wafer menerima empat standar flensa

Satu bodi untuk PN10, PN16, ANSI 150# dan JIS 10K. Varian lainnya khusus ANSI 150#. Kalau perpipaan Anda campur standar, varian itu yang paling fleksibel.

Ductile iron lebih ulet daripada cast iron

Pada beban jalur dan getaran ia bengkok, bukan retak. Untuk instalasi yang berisiko terbentur atau bergerak, itu yang penting — bukan angka tekanannya.


Operasi

Seperempat putaran, pelat bertakik, dan satu kebiasaan yang layak dipunyai

Tuasnya sejajar pipa saat terbuka

Itu indikator posisi bawaan: tuas searah aliran berarti disc terbuka. Sekilas lihat sudah cukup, dan itu keunggulan nyata dibanding valve multi-putaran.

Pelat pengunci bertakik menahan posisi sebagian

Berguna untuk penyeimbangan kasar. Tetapi sebagian besar perubahan alirannya terjadi pada 30 derajat terakhir — di antaranya, gerakan tuas hampir tidak mengubah apa pun.

⚠ Buka penuh sebelum mengencangkan baut flensa

Pada bodi wafer, disc bisa menyentuh flensa lawan kalau valve dibaut dalam keadaan tertutup pada ukuran kecil. Buka dulu, baut, baru tutup.

Torsi naik tajam di akhir langkah

Tuas cukup sampai sekitar 4″. Di atas itu, atau kalau sering dioperasikan, pasang gearbox — top flange sudah ada untuk itu, dan ukurannya sama pada keempat varian.

Jangan pakai batang penyambung pada tuas

Tuas ductile iron akan bengkok sebelum patah, tetapi yang rusak duluan biasanya shaft atau pin-nya. Kalau butuh batang, sebenarnya Anda butuh gearbox.

Gerakkan sesekali kalau jarang dipakai

Seat EPDM bisa menempel ke disc setelah lama diam. Satu siklus berkala mencegahnya, dan jauh lebih murah daripada mengganti liner.


Butterfly, ball atau gate

Kapan butterfly valve adalah pilihan yang benar

JenisOperasiHambatan saat terbukaFluida yang cocokKapan ia menang
ButterflySeperempat putaranSelalu sedikit — disc tetap di aliranAir, air panas, udara (seat EPDM)Paling pendek dan paling ringan pada bore besar; paling murah dari 4″ ke atas
BallSeperempat putaranNyaris nol pada full boreOli, gas, air; seat PTFE sampai 150 °CPenutupan paling rapat; berat dan mahal pada bore besar
GateMulti putaranNyaris nol — lubang lurusAir, uap, oli panas; sampai 425 °CIsolasi saja, jangan pernah setengah terbuka; jauh lebih panjang dan berat

Dari 4″ ke atas, butterfly hampir selalu menang soal harga dan ruang

Ia jauh lebih pendek daripada gate valve dan jauh lebih ringan daripada ball valve pada bore yang sama. Itulah alasan jenis ini ada.

⚠ Untuk oli, jangan butterfly

Seat EPDM-nya yang menentukan, dan EPDM tidak cocok dengan oli mineral. Pakai ball valve.

Untuk isolasi tanpa pressure drop sama sekali, pakai gate valve

Gate valve memberi lubang lurus saat terbuka penuh. Butterfly valve tidak pernah bisa — disc-nya selalu ada di sana.

Untuk pengaturan aliran yang sungguhan, pakai globe valve

Globe valve dibuat untuk dijalankan setengah terbuka. Butterfly valve mengatur secara kasar dan tidak linier.


Katalog

Katalog resmi — unduh langsung


FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Butterfly valve itu apa?

Sebuah disc bundar pada shaft yang melintasi lubang, diputar seperempat putaran oleh tuas. Saat tertutup, tepi disc menekan ke liner EPDM yang melapisi lubang, dan liner itulah yang menyegel. Saat terbuka, disc berputar sejajar aliran tetapi tetap berada di dalamnya — jadi selalu ada sedikit hambatan.

Ada berapa varian?

Empat. Bodi wafer atau lug, masing-masing dalam cast iron atau ductile iron. Isinya identik pada keempatnya: satu daftar part delapan item. Yang berbeda hanya bodinya dan cara ia dibaut ke jalur.

Wafer atau lug — pilih yang mana?

Kalau valve berada di tengah jalur dan kedua sisinya akan selalu terbaut, wafer lebih ringan dan lebih murah. Kalau ia mungkin harus duduk di ujung jalur, atau satu sisi perlu dilepas sementara sisi lain bertekanan, Anda perlu lug — lubang berulirnya memegang tiap flensa sendiri-sendiri.

Fluida apa yang cocok?

Seat-nya EPDM dan O-ring shaft-nya NBR, dan kecocokan keduanya nyaris berlawanan. Air dingin, air hangat dan udara cocok untuk keduanya — itulah duty valve ini. Oli mineral tidak: EPDM mengembang di dalamnya, dan seat adalah batas tekanannya. Tabel lengkapnya ada di halaman ini.

Kenapa suhunya berhenti di 120 °C?

Karena itu batas karetnya, bukan besinya. Cast iron dan disc CF8 sanggup jauh lebih tinggi; seat EPDM dan O-ring NBR tidak. Di ujung atas, O-ring NBR yang lebih dulu menyerah.

Kenapa ada dua angka tekanan?

Karena katalognya mencetak dua. Kotak fiturnya menyebut 150 PSI pada keempat varian; tabel Main Technical Parameter menyebut tekanan nominal 1,6 MPa pada tiga varian dan 1,0 MPa pada ductile iron wafer. Kami cetak keduanya apa adanya dan menyarankan Anda merancang ke angka yang lebih rendah kecuali kami konfirmasi ke pabrik.

Bisakah dipakai untuk mengatur aliran?

Secara kasar. Tuasnya punya pelat pengunci bertakik, tetapi sebagian besar perubahan alirannya terjadi pada 30 derajat terakhir langkah, jadi responsnya tidak linier. Untuk pengaturan sungguhan pakai globe valve.

Apakah bisa dipasang gearbox atau aktuator?

Ya. Top flange-nya diterbitkan — 4-7 pada ø50 sampai 3″, 4-9 pada ø70 mulai 4″ — dengan diagonal square head pada stem, dan ukurannya sama pada keempat varian. Di atas 4″ gearbox memang jawaban yang benar, karena torsi naik tajam di akhir langkah.

Berapa jumlah baut yang saya perlukan?

Ambil dari standar flensanya. ASME B16.5 Class 150 memakai 4 baut sampai 3″ dan 8 mulai NPS 4. Kolom ANSI pada beberapa tabel katalog mencetak 4 pada semua ukuran; kami cetak sesuai terbitan dan menandainya. Kolom D1 adalah diameter bodi untuk memeriksa kelonggaran, bukan lingkaran baut.

Stok untuk Indonesia bagaimana?

Kami pegang di gudang Singapura dan Malaysia, keluar gudang dalam 24 jam setelah PO. Penawaran dalam 2 jam kerja. Sebutkan ukuran, gaya bodinya dan fluidanya — seat yang menentukan.

Terkait: semua valve tekanan rendah · gate valve · ball valve · globe valve · Y-strainer · video kami di YouTube.

Read this page in English

Butuh harga? Kirim daftar kebutuhan Anda — dijawab dalam 2 jam kerja.

MINTA PENAWARAN
💬 Konsultasi via WhatsApp